Nol dan Satu

Dari nol saya belajar kalau cinta ini milik Pencipta saya.
Dari satu saya belajar bahwa nanti jika sudah tiba,
dia yang akan membantu saya belajar tentang cinta.
Dari nol saya belajar kalau cintamu masih membingungkan maka sebaiknya kembali pada-Nya.
Dari satu saya belajar bahwa cinta itu banyak definisinya.
Dari nol saya belajar kalau tidak ada yang lebih pantas memiliki manusia ini tanpa seizin-Nya
Dari satu saya belajar bahwa lama bersama tak menjamin selamanya.
Dari nol saya belajar kalau dengan ikhlas menyerahkan pada-Nya,
disitulah letak nikmat yang kamu kira hilang.
Dari satu saya belajar bahwa nikmat hadir berkedok ujian itu, bukan cuma sarkasme manusia.
Dari nol saya belajar kalau jaminan terbaik itu hanya boleh kau minta pada-Nya
Dari satu saya belajar bahwa perlu mendewasa dengan logika dan mematangkan jiwa.
Dari nol saya belajar kalau harapan terbaik itu ada dalam pinta yang disampaikan sungguh-sungguh.
Dari satu saya belajar saya ini hanya makhluk yang pada akhirnya punya tanggung jawab mengabdi yang abadi kepada-Nya.

Menjadi atau memiliki satu memang membahagiakan.
Teman untuk bertukar secaranya nyata.
Bisa bermain dengan frasa, kata, rasa, dan semua istilah yang ada di dunia.
Tetapi kebahagiaan satu tak pernah menjadi begitu berarti,
tanpa kamu ikhlaskan dulu dan menerima bahwa sebelum ada satu pernah tidak ada apa-apa.
Didalam dirimu pernah tidak ada siapa-siapa secara nyata tapi masih bisa bernapas.
Masih bisa bertahan bahkan sampai detik ini.
Detik dimana pada akhirnya sadar bahwa yang dianggap satu nyata belum yakin dan pasti.
Bahwa pertemuan dengan titik-titik sebelumnya adalah proses untuk mengumpulkan izin,
sampai akhirnya penuh terbentuk tegas satu yang menemanimu.

Jangan takut untuk tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini.
Jangan takut disaat keramaian tidak bersahabat denganmu.
Jangan takut saat sanjungan, kasih sayang, limpahan hadiah manusia tidak diberikan untukmu.
Jangan khawatir ketika masih bertemu dengan penolakan langsung maupun halus.
Jangan khawatir ketika harus bertemu dengan kecerdikan yang menyakitimu.
Jangan khawatir ketika sampai hari ini masih saja harus berteman dengan diri.

Percaya Penciptamu tak pernah ingkarkan janji-Nya kepada umat.
Percaya Jika nikmat restu bersama satu tak diberikanmu di dunia maka lekas ia akan menyambutmu kelak di tempat yang lebih pantas.
Percaya kemenangan akan abadi saat ketaatan dan berusaha untuk tetap dekat terus kau upayakan.
Lekatkan dalam pikiran dan hatimu bahwa hidup bukan tentang angka satu.

R.Hapsari

Komentar

Postingan Populer