R-Trip : Apresiasi Seni di Artjog 2017

Before The Celebration (Rejana Series)  karya Gilang Fradika

Berawal dari banyaknya acara-acara kesenian yang diadakan namun apadaya tempat-tempatnya jauh dan belum berpenghasilan, biasanya cuma bisa posting foto di Instastory. Siapa tahu ada yang lagi cari partner juga buat ke acara tersebut. Viewersnya sih lumayan tapi ya, cuma ngeliat aja mwehe.. Cukup manjur juga ide tersebut karena ada juga yang kecantol dan membalas Instastory yang aku posting.Waktu itu aku posting gambar tentang Artjog2017. Pengen kesana udah lama, sebelum acara itu dibuka, masih dalam tahap persiapan dan pertama kali ngeliat itu di koran. Singkat cerita ada nih yang bales DM katanya juga pengen. Semangat banget kan nah trus langsunglah rencana kilat itu dibuat.

Seseorang itu adalah Nina, bermodalkan keinginan yang sama akhirnya kita survey dulu tempatnya, harga tiket dan apa yang harus dilakukan. Setelah berdiskusi akhirnya semua oke. Tiket kereta pulang-pergi (dari Solo-Jogja naik Prameks), lokasinya nggak jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta (padahal kurang lebih 2,2 km), harga tiket masuk (50k/orang) dan transport buat kita balik ke stasiun, karena rencananya kita bakal jalan kaki dari Stasiun Tugu ke lokasi Artjog2017 di Jogja Nasional Museum dan pulangnya nggak mau jalan lagi.

Hari itu tiba, 6 Juni 2017.
Janjian di Stasiun Solo Balapan jam 10.15 dari rumah karena kereta berangkat jam 10.40 WIB. Rintangan pertama menghadang, ternyata bensin motor habis harus isi bensin dan lumayan ngantri. Jam menunjukan pukul 10.20 WIB masih biasa aja. Lanjut jalan, ternyata jalanan cukup padat dan banyak lampu merah menghadang jadilah mengambil jalan pintas. Lihat jam tangan udah jam 10.25 WIB mulai deg-degan. Masuk Stasiun jam 10.35 WIB dalam keadan masih naik motor, harus ambil tiket motor, parkir dan lari ke dalam stasiun. Udah mikir bakal ketinggalan kereta dan memikirkan plan B. Dengan perjuangan, sabar, dan tenang. Akhirnya motor dapet parkir tempat paling deket, lari ke dalam langsung ketemu sama Nina. Pemberitahuan keberangkatan terdengar, klakson kereta berbunyi tanda dia sudah siap berangkat, "teeettttttt...." dan kita masih check in. Lari-larian dan yup masuk digerbong terakhir, pintu ditutup. Lega. 

Perjalanan di isi dengan saling cerita. Kurang lebih 1 jam kemudian sampai di Stasiun Tugu Jogjakarta. Mengandalkan Google Map kita memulai perjalan start from Stasiun Tugu kita ke kanan dan menginguti jejak di Google Map. Awalnya masih patuh, tapi lama-lama nggak  enak juga lewat jalan raya akhirnya kita memilih jalan alternatif, belok-belok sesuka hati kita. Pertama masih wajar, ketemu rumah penduduk, gang kecil, lama-lama ketemu sungai kecil yang bener-bener mblusuk nggak ngerti lagi dimana (pakai bantuan google map juga sih). Sempet ragu karena jalannya kecil dan lama-lama tidak menemukan keberadaan manusia, cuma jalan aja. Di yakin-yakinin aja pokoknya dan kita berakhir pada tembok tinggi yang menutup jalan, buntu. Puterbalik cari jalan lain. Bersyukurnya langit agak mendung jadi perjalanannya asik-asik aja. Skip.

Kurang lebih jam satu kita berhasil finish di Jogja Nasional Museum. Langsung tuh cari loket tiket tapi sebelumnya lihat jadwal dulu acara hari itu apa aja. Nah waktu lagi lihat jadwal dan mengambil uang buat beli tiket. Tiba-tiba Nina ini memekik histeris "Mbah..mbah...(panggilan khas untuk penulis) Dion Wiyoko.." sembari melirik ke arah Dion. Aku yang ikutan exciting jadi ikut noleh dan mencari sumber kebahagiaan kita hari itu. Benar saja dia berdiri kurang lebih 5 meter dari jarak kita berdiri kemudian kita beli tiket, mendapat penjelasan dari petugas tiket lalu kita istirahat sebentar sembari menikmati "keindahan" siang itu.

Selanjutnya masuklah kita ke dalam ruangan pameran, disambut oleh petugas yang akan mengecek tiket dan cap tanda masuk. Ada tiga lantai yang akan kita jelajahi. Waktu pertama kali masuk, senang. Melihat karya seniman-seniman, membaca keterangan satu persatu dan kadang berdiskusi kecil tentang karya yang dipamerkan. Cukup banyak menemukan kata unik, istilah menarik dan kalimat yang menginspirasi. Setiap karya yang dipamerkan punya kesan dan membawa pesan masing-masing. Menyadarkan beberapa hal yang terkadang begitu sederhana tapi punya arti besar disisi lainnya. Beberapa karya yang mengesankan versiku adalah video dokumenter yang menampilkan kehidupan gajah-gajah oleh Angki Purbandono Ft. Nicholas Saputra, Random and Constant (oblique) oleh Bagus Pandega yang menampilkan karya lampu, The Seen and Unseen karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah yang menampilkan karya tiga dimensi dengan suasana malam dan kalimat dalam penjelasan dari Gilang Fradika "Rayakanlah rasa sebelum sebuah perayaan itu terjadi." Masih ada beberapa lagi sebetulnya, tapi ya mungkin beberapa itu cukup mewakili.

The Seen and Unseen karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah

Tidak lupa juga buat kenang-kenangan, aku dan Nina berfoto dengan karya - karya tersebut. Disana juga di sediakan tempat yang menjual merchandise karya para seniman, Seperti kaos, tas-tas kecil, patung dan lain sebagainya. Selain pameran ada juga penampilan-penampilan langsung dari para seniman bertajuk daily performence  dan event lainnya (update kegiatan tersedia di instagram @artjog.id). Skip.

Eve 4.1. (Eve Project Series) karya Jabbar Muhammad

Figur di Atas Biru karya Iabadiou Piko
Model : Nina Febriwaty

Kita pulang dari Jogja jam 17.02 sampai di Solo langit sudah gelap. Alhamdulillah perjalanan pertama ke Artjog cukup lancar dan menyenangkan.

"Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seniman atau pembuat karya selain apresiasi, meski hanya dilihat sekejap mata - R.Hapsari"

#SenimanMudaBerkarya #MariBerkarya

Komentar

Postingan Populer