R-Trip : Malang (Persiapan)
Melakukan perjalanan seorang diri menjadi salah satu mimpi yang alhamdulillah sudah terwujud. Malang, sejak dulu kota itu menjadi salah satu kota yang akan aku jadikan destinasi. Rencana untuk berangkat kesana beberapa kali sudah terbuat dan beberapa kali pula tidak tertunaikan karena selalu saja ada alasan yang membuat tertunda. Entah dapat keyakinan dari mana kali ini keinginan itu seolah sangat kuat untuk mewujudkannya karena kapan lagi bisa mewujudkannya selagi tabungan sudah cukup dan masih ada saudara yang tinggal di Malang akhirnya aku memantapkan diri untuk berangkat.
Perjalanan kali ini alhamdulillah di sponsori oleh tabungan selama beberapa waktu lalu. Dimulai dengan riset-riset kecil tentang akomodasi, tempat-tempat wisata dan membaca artikel dari mereka yang pernah short trip atau solo traveling ke Malang. Cukup lama menimbang karena memang budget yang mepet harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Awalnya cari-cari tahu tentang harga tiket kereta dari yang eksekutif sampai ekonomi. Berhubung ini adalah trip dengan biaya se-ekonomis mungkin maka kereta dengan kelas eksekutif langsung terdepak. Ada beberapa penawaran pada kelas bisnis dan ekonomi. Kereta dengan tujuan Malangpun juga beragam seperti Malioboro Express, Matarmaja, Majapahit, Bima, Mutiara Selatan, dan Gajahyana. Sebelum memilih kereta harus diperhatikan dulu stasiun awal dan stasiun akhir yang menjadi tujuannya. Di Solo sendiri ada tiga stasiun utama yang menjadi tempat pemberhentian kereta yang akan menuju ke Malang, ada Stasiun Purwosari, Stasiun Solobalapan dan Stasiun Jebres. Berhubung Stasiun Purwosari tempatnya itu nun jauh di mato, maka Balapan dan Jebreslah yang akhirnya terpilih jadi stasiun awal dan Stasiun Malang Kota Baru (Malang) jadi tujuan akhir. Selanjutnya memilih kereta dan tanggal. Memilih tanggal juga perlu dipikirkan dengan baik (sebenernya sih liat tiket ekonominya masih atau enggak). Akhirnya pilihan keberangkatan jatuh pada tanggal 27 Juli 2017 dan pulang 29 Juli 2017. Sengaja beli tiket PP biar lebih tenang.
Berangkat :
Matarmaja/172 kelas Ekonomi
Tanggal 27 Juli 2017
Berangkat dari Stasiun Solojebres (SK) Pukul 01.20 WIB
Tiba di Stasiun Malang (ML) Pukul 07.51 WIB
Harga tiket : Rp109.000,00
Pulang :
Malioboro Ekspres/93 kelas Ekonomi
Tanggal 29 Juli 2017
Berangkat dari Stasiun Malang (ML) Pukul 08.20 WIB
Tiba di Stasiun Solobalapan (SLO) Pukul 14.34 WIB
Harga tiket : Rp165.000,00
Cerita sedikit tentang pembelian tiket kereta. Awalnya aku mau beli tiket di Stasiun Balapan, waktu udah sampai disana dan ngisi formulir pemesanan tiket antrinya naudzubillah. Dengan modal coba-coba akhirnya pindah ke Stasiun Jebres. Sampai di Stasiun Jebres lega karena kosong dan cuma ada beberapa calon penumpang. Akhirnya tanya sama mas-mas yang jualan tiket kalau mau beli tiket kereta ke Malang bisa atau nggak? ternyata bisa dan yaudah akhirnya beli di Stasiun Jebres. Waktu itu cuma pengen beli tiket berangkat aja, yang buat pulang masih ragu-ragu mau naik Malioboro, Matarmaja atau Malabar. Pertimbangan waktu dan biaya, ingin coba-coba membandingkan juga kereta ekonomi yang 109k sama 165k bedanya apaan akhirnya pilih Malioboro ekspres pagi.
Persiapan selanjutnya membuat list dan akomodasi selama ada di Malang. Akomodasi alhamdulilah transport dan temapt buat tidur di sponsori sodara (terimakasih sekali kepada Saudari Dhill yang mau menampung saya selama di Malang). List tempat yang mau di kunjungi aku memilih tempat-tempat yang khas dan kalau bisa gak perlu ada tiket masuknya, seperti Alun-alun Batu, Universitas Brawijaya (ngapain coba?), Museum Angkut dan beberapa tempat makan.
Beberapa tips barang yang harus dibawa waktu travelling ala R-Trip :
Awalnya cari-cari tahu tentang harga tiket kereta dari yang eksekutif sampai ekonomi. Berhubung ini adalah trip dengan biaya se-ekonomis mungkin maka kereta dengan kelas eksekutif langsung terdepak. Ada beberapa penawaran pada kelas bisnis dan ekonomi. Kereta dengan tujuan Malangpun juga beragam seperti Malioboro Express, Matarmaja, Majapahit, Bima, Mutiara Selatan, dan Gajahyana. Sebelum memilih kereta harus diperhatikan dulu stasiun awal dan stasiun akhir yang menjadi tujuannya. Di Solo sendiri ada tiga stasiun utama yang menjadi tempat pemberhentian kereta yang akan menuju ke Malang, ada Stasiun Purwosari, Stasiun Solobalapan dan Stasiun Jebres. Berhubung Stasiun Purwosari tempatnya itu nun jauh di mato, maka Balapan dan Jebreslah yang akhirnya terpilih jadi stasiun awal dan Stasiun Malang Kota Baru (Malang) jadi tujuan akhir. Selanjutnya memilih kereta dan tanggal. Memilih tanggal juga perlu dipikirkan dengan baik (sebenernya sih liat tiket ekonominya masih atau enggak). Akhirnya pilihan keberangkatan jatuh pada tanggal 27 Juli 2017 dan pulang 29 Juli 2017. Sengaja beli tiket PP biar lebih tenang.
Berangkat :
Matarmaja/172 kelas Ekonomi
Tanggal 27 Juli 2017
Berangkat dari Stasiun Solojebres (SK) Pukul 01.20 WIB
Tiba di Stasiun Malang (ML) Pukul 07.51 WIB
Harga tiket : Rp109.000,00
Pulang :
Malioboro Ekspres/93 kelas Ekonomi
Tanggal 29 Juli 2017
Berangkat dari Stasiun Malang (ML) Pukul 08.20 WIB
Tiba di Stasiun Solobalapan (SLO) Pukul 14.34 WIB
Harga tiket : Rp165.000,00
Cerita sedikit tentang pembelian tiket kereta. Awalnya aku mau beli tiket di Stasiun Balapan, waktu udah sampai disana dan ngisi formulir pemesanan tiket antrinya naudzubillah. Dengan modal coba-coba akhirnya pindah ke Stasiun Jebres. Sampai di Stasiun Jebres lega karena kosong dan cuma ada beberapa calon penumpang. Akhirnya tanya sama mas-mas yang jualan tiket kalau mau beli tiket kereta ke Malang bisa atau nggak? ternyata bisa dan yaudah akhirnya beli di Stasiun Jebres. Waktu itu cuma pengen beli tiket berangkat aja, yang buat pulang masih ragu-ragu mau naik Malioboro, Matarmaja atau Malabar. Pertimbangan waktu dan biaya, ingin coba-coba membandingkan juga kereta ekonomi yang 109k sama 165k bedanya apaan akhirnya pilih Malioboro ekspres pagi.
Persiapan selanjutnya membuat list dan akomodasi selama ada di Malang. Akomodasi alhamdulilah transport dan temapt buat tidur di sponsori sodara (terimakasih sekali kepada Saudari Dhill yang mau menampung saya selama di Malang). List tempat yang mau di kunjungi aku memilih tempat-tempat yang khas dan kalau bisa gak perlu ada tiket masuknya, seperti Alun-alun Batu, Universitas Brawijaya (ngapain coba?), Museum Angkut dan beberapa tempat makan.
Beberapa tips barang yang harus dibawa waktu travelling ala R-Trip :
- Internet dan pulsa dalam keadaan siap, karena kalau Solo Travelling dan keadaan kita nggak tau tempat paling enak pakai aplikasi yang menggunakan internet, contohnya Google Maps. Terus kalau kamu suka foto dan update di media sosial, nah internet itu salah satu kebutuhan haqiqi untuk mewujudkannya. Jadi pastikan kuota aman selama melakukan perjalanan dan pulsa diisi secukupnya, jaga-jaga kalau keadaan mendesak harus telpon atau sms.
- Bawa barang-barang yang memiliki fungsi ganda. Misal sarung, bisa digunakan untuk selimut atau syal. Kalau pakaian kamu basah bisa dijadikan pilihan terakhir untuk rok sementara. Membawa HP yang memiliki fitur kamera yang baik sehingga bisa mempermudah jika ingin mengambil gambar tampa harus membawa kamera DSLR atau SLR yang memakan tempat. Meskipun saat ini sudah ada kamera dengan bentuk yang lebih minimalis tetapi untuk lebih effisien bisa menggunakan HP. Beda lagi kalau tujuan perjalanan teman-teman salah satunya berburu gambar, maka kamera bukan lagi tokoh figuran.
- Bawa pakaian yang nyaman dan netral. Celana jeans dan celana santai batik atau kain bisa dijadikan pilihan, karena kedua hal tersebut bisa kita gunakan saat traveling atau di penginapan. Celana jeans bisa digunakan lebih dari satu kali sehingga bisa menghemat barang bawaan.
- Bawa botol minum atau tumblr. Bekal air putih bisa sangat membantu kita dalam perjalanan karena lumayan menghemat pengeluaran. Tapi jangan pelit-pelit juga kalau mau coba minuman khas kota tujuan.
- Simpan uang dimana-mana. Maksudnya uang jangan ditaruh semuannya di dompet, karena bisa untuk menanggulangi supaya pengeluaran tidak boros. Disarankan untuk membawa dompet kecil supaya menhemat tempat.
- Bawa Jas Hujan Egois atau payung. Mereka dibutuhkan untuk berjaga-jaga terutama untuk daerah tujuan yang cuacanya tidak stabil, seperti Malang. Di sana sehari panas terik besuknya bisa hujan deras. Pagi mathari bersinar cerah malamnya hujan gerimis. Membawa Jas hujan egois plastik yang 5000an itu sangat direkomendasikan selain sudah cukup melindungi juga bisa menghemat tempat karena bahanya dari plastik dan bisa dilipat-lipat maka sangat memungkinkan untuk disimpan di tas jinjing.
- Notebook kecil dan bolpoint. Membawa dua barang tersebut sebenarnya pilihan tetapi bisa juga dilakukan karena jika ditengah perjalanan, HP teman-teman lowbat kertas dan bolpoin siap sedia membantu. Bisa juga untuk mencatat ide-ide kreatif yang tiba-tiba muncul.
- Song list. Ketika perjalanan malam dilakukan biasanya nggak ada teman untuk chat atau penumpang lain juga tidur maka lagulah yang menjadi teman yang masih mau menemani kita. Siapkan lagu-lagu kesukaan teman-teman untuk menemani perjalanan.
- Hemat dalam menggunakan baterai HP. Menggunaka HP secara efisien itu bisa menghemat bateri HP. "kan udah ada powerbank?" Memang sudah ada powerbank tapi daripada travelling cuma buat main HP mendingan melihat-lihat lingkungan baru. Foto seperlunya saja, mengaktifkan paket data jika digunakan dan kurang-kurangin chat kalau nggak perlu-perlu amat. Kontradiksi memang ketika sudah menyiapkan song list, menyiapkan e-book dan paket data yang melimpah tapi tidak digunakan. Bukan ntidak boleh tetapi lebih effisien dan cobalah lihat lingkungan baru.
- Bahan bacaan. Untuk yang terakhir ini bisa memilih membawa buku cetak atau menyiapkannya dalan smartphone. Zaman sekarang sudah ada yang namanya e-book jadi bisa lebih praktis. Disarankan untuk sudah menyiapkan atau di download jadi waktu bosan itu melanda bisa tinggal dibuka dan dibaca.

Komentar
Posting Komentar